Perkuat Arah Gerak Komisariat, PW IPNU Jateng Tekankan Roadmap Kaderisasi di Jepara

screenshot

JEPARA 24 Mei 2026 – Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara terus memperkuat langkah kaderisasi melalui kegiatan Workshop Optimalisasi Tim Penggerak Komisariat yang digelar di Aula 2 LP Ma’arif NU Jepara, Minggu (24/05/2026). Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi strategis dalam memperkuat tata kelola komisariat di tingkat cabang hingga anak cabang se-Kabupaten Jepara.

Workshop tersebut diikuti oleh sekitar 30 peserta perwakilan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU se-Kabupaten Jepara. Kegiatan ini bertujuan membentuk tim penggerak komisariat yang mampu menjadi ujung tombak kaderisasi pelajar di lingkungan sekolah dan madrasah.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua LP Ma’arif NU Jepara, H. Nur Khandir. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberlangsungan organisasi sangat bergantung pada kekuatan kaderisasi yang dibangun sejak tingkat paling bawah.

“Komisariat menjadi pondasi utama dalam mencetak kader yang militan dan bertanggung jawab. Maka pengelolaannya harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ketua PC IPNU Jepara, Naufal Misbahul Aflah, juga menekankan pentingnya penguatan komisariat sebagai investasi jangka panjang organisasi. Menurutnya, keberhasilan organisasi di masa depan ditentukan dari bagaimana kaderisasi dijalankan hari ini.

Selain menjadi forum penguatan kapasitas kader, workshop ini juga diproyeksikan untuk membentuk tim pengawal Masa Orientasi Peserta Didik (Mopdik) yang akan dilaksanakan pada awal tahun pelajaran baru mendatang.

PC IPNU-IPPNU Jepara pun berencana menginisiasi gerakan “Belajar Aman, Belajar Nyaman” sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan program Madrasah Ramah Anak di lingkungan pendidikan.

Dalam sesi materi, Wakil Ketua Bidang Kesiswaan KKMTs 02 Jepara, H. Subekhan, menyoroti pentingnya sinergi antara pengurus cabang, PAC, komisariat, hingga pihak sekolah dan madrasah agar organisasi pelajar mampu berkembang secara maksimal.

“Kolaborasi menjadi kunci agar komisariat tidak hanya hidup secara administratif, tetapi juga mampu melahirkan kepemimpinan yang adaptif dan inovatif sesuai tantangan zaman,” ujarnya.

Usai penyampaian materi oleh H. Subekhan, sesi dilanjutkan oleh Wakil Ketua Jaringan Sekolah dan Pesantren (JSP) PW IPNU Jawa Tengah, Rekan M. Dzaky Musyafa. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya penyusunan roadmap arah gerak komisariat di tingkat cabang maupun anak cabang IPNU-IPPNU di Kabupaten Jepara.

Menurut Dzaky, roadmap tersebut diperlukan agar gerakan komisariat memiliki arah yang jelas, terukur, dan mampu menjawab tantangan kaderisasi pelajar di era saat ini. Ia juga menegaskan bahwa komisariat harus menjadi pusat penguatan ideologi, kepemimpinan, dan pengembangan potensi pelajar NU.

“Komisariat tidak boleh hanya hadir sebagai formalitas organisasi. Harus ada arah gerak yang jelas mulai dari penguatan kaderisasi, pendampingan sekolah, hingga pengembangan potensi pelajar di setiap wilayah,” ungkapnya.

Ia juga mendorong agar seluruh PAC IPNU-IPPNU di Jepara mampu membangun pola pendampingan komisariat yang berkelanjutan sehingga proses kaderisasi tidak berhenti hanya pada kegiatan seremonial.

Rekanita Lilik selaku Waka JSP PW IPPNU Jateng Menegaskan keberadaan komisariat harus mampu menjadi pusat kaderisasi pelajar NU yang aktif, progresif, dan terorganisir dengan baik. Ia juga menekankan pentingnya penguatan sistem pendampingan dari tingkat cabang hingga anak cabang agar komisariat dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Workshop ini dirancang untuk membangun kesamaan visi dalam pengelolaan komisariat, sekaligus menyiapkan tim penggerak yang nantinya mampu mengawal Mopdik dan proses kaderisasi di masing-masing wilayah,” ungkapnya

Melalui workshop ini, PC IPNU-IPPNU Jepara berharap tercipta sinergi dan kesamaan visi antar pengurus dalam membangun komisariat yang aktif, progresif, serta mampu menjadi ruang tumbuh bagi calon pemimpin muda Nahdlatul Ulama di masa depan.

Share the Post:

Related Posts