300 Tanda Tangan Lebih untuk Masa Depan Pelajar Jepara : Komitmen Bersama Wujudkan Sekolah dan Pesantren Aman

a1adae35 5a1e 4b4e 864f 6ba0eeb10a08

Sebanyak 300 tanda tangan lebih dibubuhkan dalam Deklarasi Gerakan “Pesantren dan Sekolah Aman, Pelajar dan Santri Nyaman” yang digelar oleh Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Jepara di Gedung PCNU Jepara, Sabtu (13/6/2026). Penandatanganan tersebut menjadi bagian penting dari Forum Sosialisasi dan Deklarasi Gerakan yang diikuti oleh delegasi Pimpinan Komisariat MTs/MA se-Kabupaten Jepara, pengurus IPNU-IPPNU, serta berbagai stakeholder pendidikan dan pemerintah daerah.

Ratusan tanda tangan tersebut tidak hanya menjadi simbol dukungan terhadap kegiatan deklarasi, tetapi juga menjadi penegasan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah dan pesantren yang aman, nyaman, ramah anak, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

Penandatanganan dilakukan oleh para peserta, pengurus PC IPNU-IPPNU Jepara, tamu undangan, perwakilan lembaga pendidikan, serta stakeholder yang hadir. Mereka membubuhkan tanda tangan pada banner deklarasi sebagai bentuk kesediaan untuk ikut mengawal gerakan perlindungan pelajar dan santri di Kabupaten Jepara.

Gerakan ini lahir dari kesadaran bahwa sekolah dan pesantren seharusnya menjadi ruang yang aman bagi pelajar dan santri untuk belajar, berkembang, berorganisasi, serta membentuk karakter. Namun, berbagai persoalan seperti perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi, hingga perilaku tidak etis di lingkungan pendidikan masih menjadi perhatian bersama yang perlu dicegah sejak dini.

Melalui deklarasi tersebut, PC IPNU-IPPNU Jepara mengajak seluruh pihak untuk tidak menutup mata terhadap berbagai tindakan yang dapat merugikan pelajar. Setiap elemen, baik pelajar, guru, tenaga kependidikan, pengasuh pesantren, orang tua, pemerintah, maupun aparat penegak hukum, diharapkan mampu membangun kepedulian dan keberanian untuk melakukan pencegahan serta pelaporan apabila menemukan tindakan yang tidak semestinya.

Ketua Pelaksana Forum Sosialisasi dan Deklarasi Gerakan, Rekan Abdullah Kafabih, menyampaikan bahwa penandatanganan deklarasi tersebut menjadi awal dari gerakan yang akan terus dikawal oleh PC IPNU-IPPNU Jepara.

“Sebanyak 300 tanda tangan ini bukan hanya menjadi formalitas kegiatan, tetapi menjadi komitmen bersama untuk menjaga pelajar dan santri. Setelah kegiatan ini, kami akan melakukan tindak lanjut kepada para peserta agar mereka dapat menjadi agen edukasi dan turut berperan sebagai Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak di lingkungan sekolah maupun madrasah masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, keberlanjutan gerakan menjadi hal penting agar deklarasi tidak berhenti pada seremoni. Para peserta dari berbagai Pimpinan Komisariat akan diberikan ruang untuk melakukan edukasi, sosialisasi, serta pengawalan terhadap isu perlindungan anak dan pelajar di wilayahnya masing-masing.

Melalui gerakan “Pesantren dan Sekolah Aman, Pelajar dan Santri Nyaman”, PC IPNU-IPPNU Jepara berharap dapat memperkuat sinergi antara organisasi pelajar, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat dan bermartabat.

300 tanda tangan tersebut menjadi pesan bersama bahwa masa depan pelajar dan santri tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Setiap tanda tangan adalah komitmen untuk saling menjaga, berani mencegah, serta hadir sebagai pelindung bagi mereka yang membutuhkan perlindungan di lingkungan pendidikan.

Share the Post:

Related Posts