Oleh : M. Nahjus Shofa
Desa Bandungharjo, Donorojo, Jepara
Mahasiswa S2 STAI Al Hikmah Jakarta
Generasi instan merupakan suatu istilah untuk menggambarkan suatu kelompok generasi yang hidup dan tumbuh didalam perkembangan serta kemajuan digitalisai yang terbiasa dengan segala sesuatu yang serba cepat, praktis dan instan , pola ini terbentuk karena semenjak kecil generasi ini sudah dikenalkan dengan teknologi seperti handphone atau pc sehingga mereka mampu untuk mengaplikasikan seluruh kegiatan dalam satu waktu yang ringkas , menjalankan sosial media melalui ponsel , menonton film melalui youtube atau tiktok yang pada akhirnya mereka akan memiliki sifat ketergantungan yang sangat tinggi dan sulit untuk dipisahkan dengan tekhnologi, jika dahulu anak-anak lebih sering bermain permainan tradisonal di luar rumah namun hal itu sudah terganti dan lebih mengasikan dengan bermain di dalam ruang siber (cyberspace)
Kemajuan teknologi memang memberikan jutaan manfaat dan kemudahan didalam kehidupan manusia akan tetapi ketika tidak ada pengawasan dan pendampingan yang tepat, teknologi akan memapu menjadi boomerang yang berdampak negatif kepada masyarakat khususnya kemampuan literasi anak.
Anak-anak akan lebih cenderung untuk memilih menonton video singkat dari platform media sosial untuk mencari informasi yang mereka ingin ketehui dibandingkan dengan membaca buku, konten visual instan jauh lebih menarik dibandingkan dengan membaca buku yang membutuhkan waktu yang sangat lama hal ini akan mengakibatkan kemampuan memahami bacaan secara mendalam ( deep reading ) menjadi lemah.
Melemahnya deep reading juga akan menghadirkan dampak buruk terhadap pendidikan yaitu melemahnya analisa dan berpikir kritiis seorang siswa hal itu karena kemampuan untuk meanalisa, berpikir secara logis dan objektif serta menyimpulkan hasil membaca yang akurat merupakan buah dari penerapan literasi, ketika kebergantungan terhadapan tekhnologi yang berlebihan akan menimbulkan budaya instan didalam mencari informasi, kini di era digital banyak fitur yang menawarkan berbagai ringkasan informasi dan penyelesaian soal dengan instan sehinga dengan mudah anak mengerjakan soal dengan cara ctrl-c dan ctrl-v dalam keyboard ( copy-paste ) akhirnya anak akan terbiasa untuk menerima hasil akhir saja tanpa melalui proses membaca atau kegiatan belajar yang lama.
Dengan hal ini ancaman barin rot tidak hanya bualan dan omongan saja akan tetapi realita yang mungkin saja akan terjadi ketika seseorang mengalami penurunan berfikir dan imbas dari kebiasaan mengakses konten instan yang dangkal dikarenakan hilangnya tradisi membaca.
Brain rot bukanlah istilah medis akan suatu istilah yang menggambarkan buruknya kebiasaan seseorang yang secara berlebih menggulirkan layar (scrollig) sepanjang waktu , tanpa disadari otak secara otomatis akan menerima rangsangan baru yang memicu untuk melepaskan dopamin (hormon kesenangan). Lama-lama otak akan menjadi terbiasa dengan stimulasi yang cepat sehingga anak akan merasa sangat bosan sekali dengan suatu pekerjaan yang menghabiskan waktu yang lama seperti membaca buku dan literasi yang lainnya.
Unesco menjelaskan bahwsannya kemampuan literasi merupakan bekal manusia untuk menghadapi permasalah sepanjang hayat, kemampuan didalam literasi dapat meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik dan meningkatkan sumber daya manusia serta memberantas kemiskinan hal ini dipertegas kembali oleh Lerner seorang ekonom dari rusia yang menjelaskan tentang kemampuan membaca merupakan awal dari untuk menguasai semua ilmu pengetahuan , jika anak sekolah kehilangan kemampuan membaca maka hal itu akan menjadi permasalahan yang sangat besar terhadap pendidikannya serta kesulitan untuk memahami pelajaran di jenjang pendidikan di kelas-kelas berikutnya dan akan semakin ditinggal oleh kemajuan pendidikan dan selamanya akan menjadi fomo consumer saja.

Bangun Generasi yang Religius: PAC IPNU IPPNU Kalinyamatan Sukses Gelar Pesantren Ramadhan 2026 di SMPN 1 Kalinyamatan
Kontributor: M. Fatkhur Rifqi Kegiatan Pesantren Ramadhan 2026 yang diselenggarakan oleh PAC IPNU IPPNU Kalinyamatan bekerja sama dengan SMPN 1
