Upaya memperkuat kualitas kaderisasi dan konsolidasi organisasi terus dilakukan oleh DKC CBP KPP Kabupaten Jepara melalui kegiatan audiensi bersama DKAC CBP KPP Kecamatan Mlonggo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu malam, 26 April 2026 pukul 20.00 WIB, bertempat di kediaman Komandan Cantika. Pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk membahas persiapan pengukuhan Diklatama sekaligus mempererat koordinasi antarstruktur organisasi di tingkat cabang dan anak cabang.
Audiensi ini tidak cuma menjadi forum silaturahmi, melainkan juga wadah diskusi mendalam terkait arah dan kualitas pelaksanaan Diklatama ke depan. Dalam dinamika organisasi yang terus berkembang, keselarasan visi antara DKC dan DKAC menjadi kunci utama dalam memastikan proses kaderisasi berjalan efektif, terarah, dan sesuai dengan nilai-nilai dasar organisasi.
Salah satu fokus utama dalam pembahasan tersebut adalah penguatan sistem kaderisasi melalui Diklatama sebagai gerbang awal pembentukan karakter anggota CBP KPP. DKC CBP KPP Kabupaten Jepara menekankan pentingnya menjaga standar pelaksanaan Diklatama agar tetap sesuai dengan pedoman dan modul yang telah ditetapkan. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas kader agar tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga memiliki pemahaman ideologis dan loyalitas organisasi yang kuat.
Selain itu, audiensi ini juga membahas optimalisasi peran lembaga-lembaga yang berada di bawah naungan CBP KPP. DKC mendorong agar seluruh elemen organisasi dapat berjalan secara dinamis dan berkelanjutan, sehingga tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam penguatan organisasi dan kaderisasi di tingkat lokal.
Dalam sesi pengarahan, Komandan Nur Salim, S.T. selaku narasumber utama memberikan penekanan khusus pada aspek kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam berorganisasi. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan tidak hanya berlaku dalam kehadiran atau kegiatan fisik semata, tetapi juga mencakup kepatuhan terhadap aturan, modul, serta hasil-hasil keputusan yang telah disepakati bersama.
“Setiap pembahasan dan perencanaan harus mengacu pada modul yang sudah ditentukan. Jangan sampai kita berjalan tanpa arah hanya karena mengabaikan pedoman yang sudah ada,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau juga menyoroti pentingnya penataan ulang persyaratan peserta Diklatama agar benar-benar sesuai dengan standar yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa peserta yang mengikuti proses kaderisasi adalah mereka yang benar-benar siap, baik secara mental, administratif, maupun komitmen terhadap organisasi.
Audiensi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan koordinasi yang lebih intens antara DKC dan DKAC, khususnya dalam menyukseskan agenda pengukuhan Diklatama di wilayah Mlonggo. Dengan adanya sinergi yang kuat, diharapkan proses kaderisasi CBP KPP di Kabupaten Jepara dapat berjalan lebih optimal, terarah, dan mampu melahirkan kader-kader yang disiplin, militan, serta berintegritas tinggi.
Melalui langkah-langkah strategis seperti ini, CBP KPP terus menunjukkan komitmennya dalam membangun organisasi yang tidak hanya solid secara struktur, tetapi juga kuat dalam kualitas kader sebagai pondasi utama keberlanjutan gerakan di masa depan.

