Oleh : Alies (PR IPNU IPPNU Sowal Lor)
Di negeri yang katanya berlandas hukum dan adab
mengapa keadilan terasa begitu redup dan gelap?
Seragam yang seharusnya melindungi yang lemah
justru menjadi bayang yang membuat resah.
Undang-undang dibacakan dengan lantang di ruang sidang, namun hati rakyat tetap terasa terbuang.
Hukum berdiri megah bertuliskan “adil dan benar”,
tapi mengapa tajamnya sering tak terasa setara?
Politik berbicara tentang rakyat dan suara,
tentang janji, tentang masa depan bangsa.
Namun ketika nyawa melayang tanpa daya
yang tersisa hanya konferensi dan kata-kata.
Indonesia, tanah doa dan jutaan harap
jangan biarkan kepercayaan ini makin terlelap.
Sebab bila hukum hanya tajam ke bawah,
lalu di mana tempat rakyat kecil mengadu resah?
Kami tak butuh pidato penuh citra
kami hanya ingin keadilan yang nyata,
karena bila kepercayaan telah sirna,
yang runtuh bukan satu kasus saja
melainkan wibawa negara.